Thursday, 14 April 2011

Kumpulan Puisi pendidikan

Ini, beberapa pusi yang aku kumpulkan dari internet bertema pendidikan dan edukasi buat kita semua. Semoga ini bermanfaat bagi saya dan bagi kita semua, dan tentunya bisa menjadi inspitasi untuk kita dalam berkarya........



Pahlawan Kehidupan
Karya : Nur Wachid

Ku lihat kau berbuat
Ku dengar kau berbicara
Ku rasakan kau merasakan
              Mata binar tak khayal menjadi panutan
              Sejuk terasa haluan kata – katamu
              Menjadi sugesti pada diri kami
              Hingga jiwa ini tak sanggup berlari
              Menjauhi jalan hakiki
Lelah dirimu tak kau risaukan
Hiruk pikuk kehidupan mengharu biru
Itu jasa tentang pengabdian
Bukan jasa tentang perekonomian
Semangatmu menjadi penghidupan
Untuk kami menjalani kehidupan
              Jangan pernah kau bosan
              Jadi haluan panutan
              Meski pertiwi dalam kesengsaraan
              Kaulah pelita cahaya kehidupan
Terima kasih untukmu
Sang pahlawan kehidupan





Aku
Karya : Nur Wachid

Aku berdiri ditengah penjuru
Aku besar dengan nama itu
Aku bukan manusia
Aku hanya sebuah kata
              Namaku lambang kecerdasan
              Namaku membunuh kebodohan
              Betapa hebatnya aku ?
              Tak ada yang menandingiku
Sampai ini ku tak merasa hebat
Ini kali ku menangis
Bukan yang pertama
Bukan yang kedua
              Tiada pemakai namaku
              Yang menjadikanku hebat
              Disana – sini kebodohan
              Belum terbunuh olehku
              Tangisan ini penuh pilu
              Belum banyak kecerdasan
              Yang bertaburan
Jadilah pahlawanku anak negeri
Hentikan pilu tangisku
Buatlah aku tersenyum
Merasa bangga akan namaku





Lilin Kegelapan
Karya : Nur Wachid  

Titik air menitik
Berbaris jarum jam berdetik
Tak henti dalam putaran waktu
Menembus masuk roda itu
              Menjadi pilar generasi penerus
              Bermuara menjelma sebagai arus
              Berbaris ditengah tangisan pertiwi
              Tak buat henti langkahkan kaki
              Baktiku hanya tuk negeri ini
              Ku akan jadi lilin ditengah kegelapan
              Melawan segala kemunafikan
              Semangatku bagai pejuang 45’
              Penerus cita – cita pahlawan kita
Wahai sang guruku
Tuntunlah aku menjadi aku
Jasamu tak tampak mata
Berwujud dalam hati sanubari
              Titik air menitik
              Ilmu mu kan ku petik
              Bukan buat negara munafik





Baca Tulis
Karya : Nur Wachid

Senja meradang kerinduan
Goresan pena menyayat kalbu
Tangisanku tak membuat pilu
Hei .. wahai pemimpinku
Pandanglah aku yang kusut ini
Duduk di sekolah ku tak bisa
Bagaimana ku tak bisa bodoh ?
Hiduppun beralas tanah
Tidurpun beratap langit
Ahhh,....
Bosan ku tak dapat membaca
Bingung ku tak dapat menulis
Seandainya ada pemimpin menangis
Pasti ku dapat baca tulis





Do’a dan Harapku
Karya : Nur Wachid

Fajar pagi tampak layuh
Sinarnya tak tampak
Jangan kau melihat itu
Bagiku itu palsu
Ku hanya ingin semangatmu
Bukan ingin egomu
Langkahkan kakimu anak didikku
Cepat dan semakin cepat
Sekali jangan buat lambat
Beribu – ribu kata akan tersendat
Besar sungguh harapku
Pada anak berpacu dengan waktu
Do’a ku selalu iringi langkahmu





Taman Ilmu
Karya : Nur Wachid

Musim kemarau panas berkepanjangan
Musim penghujan hujan berdatangan
Itulah hebatnya dirimu
Panas hujan tetap buat kau berdiri
Kau hanya tumpukan bata merah
Tulang mu hanya dari besi
              Seindah dirimu namamu sama
              Seburuk bentukmu tak kurangi gunamu
              Kaulah taman kehidupan
              Tempat tertanam berjuta ilmu
              Bunga merekah terlahir darimu
              Hiruk pikuk pendidikan tertelan olehmu
              Tanpamu semua tampak bodoh
Alangkah indahnya .....
Jika dirimu berdiri dimana – mana
Tanpa ada beda di desa dan kota
Sayangnya kau bukan manusia
Kakimu tertanam di bumi
Tak dapat jalan kemana – mana


oleh fakhry

Guru pahlawanku
Kau siapkan diriku untuk mengabdi
Di kota dan di desa
Ada yang berjalan kaki dihutan belantara
Ada yang menyeberangi sungai dg rakit dan perahu
Setiap waktu

Kau ajar iqra’
Membaca dan menulis
Kau bina dan kau tempa
Barang bernyawa
Di kota dan di desa

Bila kau tiada
Mati tak tahu kuburnya
Hilang tak tahu rimbanya
Namamu tak tertulis
Dalam sejarah
Menjalankan tugas
Mengabdi bagi nusa dan bangsa

Sejak awal orang tahu
Kau pahlawan tak dikenal

Darussalam, September 1985










oleh fakhry |

Anakku ……………………………
Kenanglah masa lalu
Diantara kerdip lilin digubuk sepi
Diatas dapur yang tak berkayu api
Nyawaku diujung rambut
Darah gapah menghempas denyut
Engkau melangkah turun kebumi
Melangkahkan kaki dengan suara tangis
Memecah sunyi

Seember air kolam renang kecimpung mandi
Membasahi kulit dan tulang antar sendi
Sehasta kain putih pembalut
Untuk selimut pagi hari

Dengung azan mengumandang ditelinga
Satu isyarat satu pertanda
Engkau insan suci
Engkau muslim sejati
Penyambung risalah
Muhammad Rasulullah
Di alam yang fana ini

Anakku …………………………
Semasih darah mengalir dipembuluh
Dan daya upaya masih penuh
Teruskan juang
Sampaikan amanah
Kembangkan firman dan sunnah
Walaupun dimana kau menjelajah

Bila seruling kehidupan telah berkesudahan
Dan darah-darah beku tiada mengalir
Berikan senyum manis dibibir
Senyum terakhir ………………………
Dan ucapkan pada manusia
Selamat tinggal taman dunia
Allahu akbar Allahu akbar
Tiada Tuhan selain Allah
Muhammad Rasulullah
 




0 comments:

Post a Comment