Monday, 5 March 2012

Film Merah Putih (Full Download)

Film ini dibesut dalam format seluloid 35 millimeter dengan tim internasional yang terdiri atas ahli special effects dan veteran perfilman Hollywood yakni Koordinator efek khusus dari Inggris Adam Howarth yang pernah menangani film SAVING PRIVATE RYAN dan BLACKHAWK DOWN, dan juga melibatkan koordinator stuntman (pemeran pengganti, red) Rocky McDonald yang juga pernah menangani MISSION IMPOSSIBLE II dan THE QUIET AMERICAN
 
 
 
Make-up dan visual effects oleh Rob Trenton yang pernah menangani film THE DARK KNIGHT, Konsultan ahli persenjataan adalah John Bowring yang pernah memegang CROCODILE DUNDEE II, THE MATRIX, THE THIN RED LINE, AUSTRALIA, X-MEN ORIGINS: WOLVERINE dan Asisten Sutradara adalah Mark Knight yang pernah menangani DECEMBER BOYS dan BEAUTIFUL.
Memasuki Maret, film sedang dalam tahap syuting di Semarang dan Bandungan, Jawa Tengah. Pengambilan gambar juga dilakukan di Yogyakarta, Jakarta dan Bali, mulai Januari hingga akhir April 2009. Film pertama dari tiga film Trilogi Kemerdekaan ini, akan siap dirilis pada hari Kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus 2009.
"Sejauh ini tidak ada banyak kendala selama proses produksi. Hanya soal jadwalnya saja yang berubah-ubah karena kendala cuaca mendung atau hujan dan hampir seluruhnya pengambilan gambar di luar ruangan," demikian ungkap sutradara Yadi Sugandi.

Semarang, 8/3 (ANTARA) - Proses syuting film trilogi tentang perjuangan kemerdekaan berjudul “Merah Putih” di kawasan cagar budaya Lawang Sewu, Minggu siang, menyita perhatian publik Semarang sekitarnya.
Puluhan orang berbondong-bondong menyerbu lokasi yang berada di sekitar Tugu Muda Semarang tersebut. Sebagian besar dari mereka adalah remaja putri dan kaum ibu yang rela berdiri berjam-jam dan berdesakan di halaman Lawang Sewu demi melihat para pemeran film “pujaannya”.
“Coba lihat yang sedang dirias wajahnya itu kan Pak Bakri dalam film ‘Laksar Pelangi’, ujar seorang ibu yang berdiri di pelataran bangunan sambil mengarahkan telunjuk kanannya ke arah salah satu ruangan yang ada di bagian depan gedung.
Sosok yang ditunjuk oleh perempuan itu tak lain adalah Teuku Rifnu Wikana (28) salah satu pemeran utama dalam film “Merah Putih”. Sebelumnya ia memang dikenal sangat sukses memerankan tokoh Pak Bakri dalam film “Laskar Pelangi”.
Mereka berada di depan pintu mausk Lawang Sewu yang tengah diguyur hujan rintik. Suasana riuh di depan halaman gedung tua itu juga semakin ramai dengana danya sekitar 200 orang kru film yang terlibat.
Rifnu yang tengah duduk di depan meja rias di salah satu ruangan di Lawang Sewu akan menjalani adegan baku tembak yang mengharuskan dia penuh luka dan berdarah-darah di bagian wajah dan tubuh.
“Ini adalah sebuah film drama perang,” ujar Rifnu ketika memulai wawancara dengan sejumlah jurnalis.
Ia mejelaskan film ini mengambil thema perjuangan kemerdekaan pada tahun 1940an. Kisahnya adalah tentang sebuah kelompok pejuang kemerdekaan yang memiliki latar belakang berbeda dan bersatu sebagai kadet. Mereka adalah anak-anak bangsa sesungguhnya yang berani angkat senjata untuk berjuang, terlepas dari konflik pribadi yang tajam dan perbedaan yang besar dalam kelas sosial, suku, daerah asal, agama, dan kepribadian.
Dalam film ini Rifnu bermain bersama sejumlah aktris dan aktor muda diantaranya Darius Sinathrya, Lukman Sardi, Doni Alamsyah, Zumi Zola, Atiqah Hasihlan, dan Saraswati.
“Kalau peranku sendiri dalam film ini adalah sebagai Dayan, seorang pemuda asal Bali yang meradang hatinya setelah sang kekasih dibunuh oleh penjajah Belanda. Lalu dia sendiri disiksa dan lidahnya dipotong,” ujar Rifnu.
“Kelas” Hollywood
Film “Merah Putih” adalah produksi dari PT Media Desa Indonesia bergabung dengan produser internasional Margate House. Mereka merilis seri pertama dari tiga seri film panjang berjudul “Merah Putih”.
Sutradara film ini adalah Yadi Sugandi, pembuat film dan penata gambar terbaik untuk “Laskar Pelangi”, “Under The Tree”, “Tiga Hari Untuk Selamanya” dan “The Photograph”.
“Kisah film ini merentang di seluruh kepulauan Indonesia, sebuah saga tentang perjuangan pribadi, pertumpahan darah, cinta, benci, dan perang sipil yang terkait dengan isu-isu sensitif soal moral pada masa pertumpahan darah. Ini adalah kisah tentang konflik dan persatuan, agama dan moralitas, keberanian sejati dan tantangan sikap moral diantara kejahatan,” ujar Yadi menjelaskan.
Film “Merah Putih”, lanjutnya, memiliki unsur drama, aksi, roman, komedi, dan tragedi, yang di atas segalanya film ini merupakan kisah tentang persatuan yang telah berhasil memenangkan kemerdekaan.
“Tantangan terbesar kita adalah melakukan yang terbaik untuk dapat menampilkan peristiwa sejarah yang besar itu selayaknya,” tambahnya lagi.
Film ini dibesut dalam format seluloid 35-millimeter dengan tim internasional yang terdiri dari ahli efek khusus (special effects) dan veteran perfilman Hollywood yakni Koordinator efek khusus dari Inggris Adam Howarth (Saving Private Ryan, Blackhawk Down).

Koordinator pemeran pengganti (stunt) Rocky McDonald (Mission Impossible II, The Quiet American), Make-up dan visual effects oleh Rob Trenton (The Dark Knight), konsultan ahli persenjataan adalah John Bowring (Crocodile Dundee II, The Matrix, The Thin Red Line, Australia, X-Men Origins:Wolverine) dan Asisten Sutradara adalah Mark Knight (December Boys, Beautiful).
Sekarang ini, film sedang dalam tahap shooting di Semarang dan Bandungan, Jawa Tengah. Pengambilan gambar juga dilakukan di Yogyakarta, Jakarta dan Bali, mulai Januari hingga akhir April 2009. Film pertama dari tiga film Trilogi Kemerdekaan, akan siap dirilis pada hari Kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus 2009.

Mau Download Filmnya Berikut Linknya:

Downloads Merah Putih (2009) VCD [ BebasUpload] Part 1
Downloads Merah Putih (2009) VCD [ BebasUpload] Part 2

Download Alternatif (yang ini gak di kompres bisa langsung nonton):
1. Merah Putih CD1
2. Merah Putih CD2

0 comments:

Post a Comment