Thursday, 12 April 2012

DPR Setujui RUU Perlindungan Pekerja Migran

Jakarta (ANTARA) - Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat menyetujui untuk disahkannya Rancangan Undang-Undang bagi Pekerja Migran dan Keluarganya yang diharapkan bisa memberikan perlindungan pekerja migran Indonesia serta keluarganya. 


"Saudara-saudara apakah RUU perlindungan seluruh pekerja migran dan keluarganya setuju untuk disahkan sebagai undang-undang," kata pimpinan sidang paripurna Wakil Ketua DPR Pramono Anung di Senayan Jakarta, Kamis. 
Mendengar pertanyaan tersebut, maka secara serentak anggota Dewan menyetujuinya. Sebelumnya Menlu Marty Natalegawa mewakili pemerintah. 
"Dengan (disetujui untuk,red) disahkannya RUU ini maka akan memberikan perlindungan bagi para pekerja migran dan keluarganya," kata Marty. 
Menurut Marty, selama ini perlindungan bagi pekerja migran yang berada diluar negeri mengalami kendala terkait belum adanya dasar hukumnya. RUU ini, tambahnya, merupakan pengesahan dari konvensi internasional terkait persoalan yang sama. 
"RUU ini juga akan menjadi dasar bagi pemerintah untuk mendorong pemerintah negara lain dalam memberikan perlindungan bagi para pekerja migran kita," kata Marty.
Di Jordania

Terkait dengan disetujuinya RUU ini Ketua Fraksi Gerndra Edy Prabowo meminta pemerintah dalam hal ini Menlu segera mewujudkannya dengan menyelesaikan pekerja migran Indonesia yang sedang bermasalah di Jordania. 
"Berkenaan disahkannya RUU ini mungkin langsung diimplementasikan. Di Jordania, ada 200 pekerja kita terlantar di Kedubes tak bisa pulang karena masih harus bayar utang di Jordania," kata Edy. 
Edy meminta Menlu bisa segera menyelesaikan persoalan pekerja migran di Jordania. 
"Saya minta Menlu bisa sebagai segera mewujudkannya. Soal biayanya saya kira tidak terlalu besar," kata Edy. 


0 comments:

Post a Comment