Tuesday, 3 April 2012

Paul Reed Smith vs Twister Part 1

Paul Reed Smith vs Twister ? Mungkin itu adalah judul yang aneh karena saya sendiri juga bingung sebenarnya untuk memberi judul apa , hehe. Namun dalam kenyataan diri saya, ini merupakan sebuah fenomena asli nan nyata yang akan saya ceritakan kepada sobat semuanya. Paul Reed Smith dan Twister merupakan merk gitar elektrik yang sangta terkenal digunakan oleh para musisi yang berkibar di jalur screamo dan rock pada umumnya. "Lhoh, lalu apa masalahnya ?" 


Sabaaar, disini saya cuma akan bercerita tentang pengalaman saya yang sempat heboh karena kedua gitar itu. Cerita ini bermula ketika saya menginjak kelas X Aliyah, saya ngebet banget pengen membeli gitar. Akhirnya setelah memiliki cukup uang, saya pun membeli gitar di rumah mantan guru saya MTs tetapi mengajar juga di Aliyah tempat saya sekolah sekarang ini. Akupun memesan gitar bermerk Gibson awalnya pada beliau. Tapi, karna masalah financial, akhirnya kuurungkan niatku itu dan beralih ke gitar merk Paul Reed Smith warna merah agak coklat. Huu, rasanya sangat seneng banget, apalagi gitar ini dikenal dengan jenis gitar low end namun memiliki kualitas yang cukup baik.
Huft, hari pun terus berganti. Dan dari hari ke hari skill permainan gitarku pun juga semakin terasah. Hal ini kubuktikan dengan bisa memainkannya lead dari musik The New Cannon Rock yang terkenal dibawakan oleh Jerry Chang, namun versi dari Mattrach.

Akhirnya, akupun menyadari bahwa untuk lebih meningkatkan skillku dalam bermain gitar, aku harus beralih pada gitar updown yang memang spesialis untuk lead. Akhirnya, muncul dalam niatanku untuk menukar gitarku ini dengan giatr updown milik guruku tempat dimana aku membeli gitar lamaku. Setelah, janjian aku tukar juga gitarku ini dengan gitar updown bermerk Twister dan kubawa pulang juga itu. Alhasil sesampainya di rumah pada sore hari akupun tidak puas terhadap gitar ini, dan juga dimarahi oleh orang tuaku... Aduhh, mampus aku !! Setelah berfikir keras, akhirnya aku mencoba menghubungi mantan guruku itu untuk menukar kembali dengan gitar lamaku. Argh, namun apa yang terjadi. Ternyata gitar lamaku sudah laku terjual ke orang lain... Hufh, bakal berabe ini.. Akhirnya, kamipun bernegosiasi untuk aku dicarikan lagi gitar baru yang saat ini masih aku nanti hasilnya.....

To be Continued .........


0 comments:

Post a Comment