Monday, 14 May 2012

Sistem Reprodukasi Manusia Lengkap !! Biologi - SMA

Organ Organ Reproduksi Pria



Organ reproduksi pada pria berfungsi menghasilkan gamet jantan (spermatozoa/ sperma) dan hormon reproduksi. Organ reproduduksi pada pria dibedakan menjadi organreproduksi dalam dan organ reproduksi luar. Untuk permulaan silahkan dilihat gambarnya terlebih dahulu.

Gambar Tampak Samping


Gambar Tampak Depan


1.    Organ Reproduksi Dalam
Organ reproduksi dalam merupakan organ reproduksi yang ada di dalam tubuh. Yang terdiri dari testis, saluran reproduksi dan kelenjar reproduksi.
a.   Testis
Testis memiliki bentuk bulat telur dan berjumlah sepasang, terdapat pada skrotum (zakar). Testis merupakan tempat pembentukan sel kelamin jantan (spermatozoa) dan hormon kelamin (testosteron).

Setiap harinya, seorang laki-laki dewasa menghasilkan lebih dari seratus juta sperma. Pembentukan sperma ini terjadi di dalam dalam saluran sempit yang dinamakan tubulus seminiferus. Pada dinding tubulus seminiferus terdapat calon-calon sperma (spermatogonium yang diploid). Di antara tubulus seminiferus terdapat sel-sel interstisium atau sel-sel Leydig. Sel-sel ini menghasikan hormon testosteron dan hormon androgen lainnya. Selain itu, terdapat pula sel-sel berukuran besar yang berfungsi menyediakan makanan bagi spermatozoa, sel ini disebut sel sertoli.

Hormon testosteron sangat berpengaruh terhadap perkembangan kelamin sekunder pada seorang laki-laki. Ciri-ciri kelamin sekunder pada seorang laki-laki antara lain:
·           Suara yang membesar,
·           Tumbuhnya kumis, jenggot, serta rambut pada bagian tertentu,
·           Bentuk dada yang bidang.

Hormon testosteron ini juga akan menentukan sikap mental seorang laki-laki, serta penampilan kejantanan tubuhnya. Tanpa hormon ini seorang laki-laki akan berkulit lembut, lemah gemulai, seperti ciri-ciri seorang wanita. Mungkin anda pernah melihat seorang banci, kemungkinan dia kekurangan hormon testosteron.

b.   Saluran Reproduksi (Saluran Pengeluaran)
Pada organ reproduksi pria terdapat berbagai macam saluran reproduksi, meliputi epididimis, vas deferens, saluran ejakulasi, dan uretra.

Epididimis merupakan sebuah saluran yang berada dalam skrotum dan keluar dari kedua testis. Epididimis juga merupakan saluran yang memiliki panjang 7 meter dan menghubungkan antara testis dengan vas deferens. Di dalamepididimis ini, sperma yang dihasilkan di dalam testis akan ditampung untuk beberapa saat, kurang lebih selama 2 minggu dan mengalami proses pematangan hingga sperma menjadi dewasa. Sebelum matang, sperma tidak dapat membuahi sel telur. Setelah matang, sel sperma bergerak meninggalkan saluran epididimismenuju vas deferens.

Vas deferens merupakan saluran reproduksi yang berfungsi sebagai tempat bergeraknya sperma dari epididimis menuju kantung semen (kantung mani) atau vesikula seminalis. Pada satu ujung, vas deferens menempel epididimis, sedangkan ujung lainnya berada dalam kelenjar prostat. Kemudian sperma menuju ke Saluran ejakulasi (ductus ejakulatorius).

Saluran ejakulasi (Ductus ejakulatorius) merupakan saluran pendek yang menghubungkan kantung semen dengan  uretra. Saluran ini berfungsi untuk mengeluarkan sperma agar masuk ke dalam uretra.

Uretra merupakan saluran reproduksi yang berada dalam penis dan merupakan muara terakhir sperma. Sel sperma dan cairan yang diejakulasikan ini disebutsemen. Selain itu, uretra juga berfungsi sebagai tempat saluran ekskresi urine dari kandung kemih.

c.    Kelenjar Reproduksi (Kelenjar asesoris)
Pada waktu sperma melalui  saluran pengeluaran, terjadi penambahan berbagai getah kelamin yang dihasilkan oleh kelenjar asesoris. Kelenjar ini berfungsi untuk mempertahankan hidup dan pergerakan sperma. Kelenjar
asesoris merupakan kelenjar kelamin yang terdiri atas vesikula seminalis (kantung semen/ kantung mani), kelenjar prostat dan kelenjar cowper (kelenjar bulbouretral)

Vesikula seminalis berfungsi menghasilkan cairan sebagai sumber energi untuk sperma. Sekitar 60% dari total volume semen merupakan hasil sekresi dari vesika seminalis. Cairan yang dihasilkan vesika seminalis banyak mengandung mukosa, asam amino, fruktosa, dan prostaglandin.

Kelenjar prostat berfungsi memberikan suasana basa pada cairan semen. Kelenjar prostat merupakan kelenjar terbesar dari kelenjar aksesoris. Hasil dari sekresi kelenjar ini akan langsung disalurkan ke uretra. Kelenjar prostat menghasilkan sekresi yang mengandung kolesterol, garam, dan enzim.

Kelenjar bulbouretral (kelenjar Cowper) merupakan sepasang kelenjar yang berhubungan langsung dengan uretra. Kelenjar ini menghasilkan cairan yang berfungsi menetralkan urine yang mengandung asam di dalam uretra.

2.    Organ Reproduksi Luar
Organ kelamin luar pria, yaitu berupa penis dan skrotum (Buah Zakar).

Penis adalah organ yang berperan untuk kopulasi (persetubuhan). Kopulasi adalah penyimpanan sperma dari alat kelamin jantan (pria) ke dalam alat kelamin betina (wanita). Secara struktural, penis tersusun atas tiga rongga berisi jaringan erektil yang berspons. Dua rongga yang terletak di tengah dinamakan korpus kavernosa. Sedangkan satu rongga yang berada di bawah korpus kavernosa dinamakan korpus spongiosum. Di dalam korpus spongiosum terdapat saluran reproduksi yakni uretra. Di bagian ujung penis terdapat bagian yang dinamakan  kepala penis (gland penis). Kepala penis ini tertutup oleh lipatan kulit yang  disebut preputium.

Di dalam rongga penis terdapat jaringan erektil yang  berisi banyak pembuluh darah dan saraf. Saat terjadi  rangsangan seksual, rongga tersebut akan penuh terisi darah. Akibatnya, terlihat penis mengembang dan menegang. Keadaan penis demikian dinamakan  ereksi. Apabila rangsangan ini terus menerus terjadi, sperma akan keluar melalui uretra. Keadaan ini disebut  ejakulasi. Jumlah sperma yang dikeluarkan saat terjadi ejakulasi sekitar 2 hingga 5 mL semen, yang setiap mililiternya  mengandung sekitar 50 sampai 130 juta sperma.

Skrotum pada pria di kenal dengan buah zakar. Di dalam buah zakar ini terdapat testis. Skrotum berfungsi menjaga suhu testis agar tetap stabil supaya sperma yang ada di testis tidak mati. Pada saat cuaca panas skrotum akan mengendur, sedangkan ketika dingin skrotum akan mengkerut. Mengendur dan mengkerutnya skrotum ini di lakukan oleh otot dratos dan kremaster.

Proses Pembentukan Sperma (Spermatogenesis)



Tempat pembentukan sperma berada pada tubulus seminiferus di dalam testis. Proses pembentukan  sperma ini dinamakan spermatogenesis. Pada tubulus seminiferus terdapat dinding yang terlapisi oleh sel germinal primitif yang  meng alami  kekhususan. Sel  germinal ini disebut  spermatogonium. Setelah mengalami pematangan,spermatogonium memperbanyak diri sehingga membelah secara terus-menerus (mitosis). Berikut adalah Bagan proses pembentukan sperma. 


Pada fase awal spermatogenesisspermatogonium bersifat  diploid (2n). Secara mitosis, spermatogonium akan berubah menjadi spermatosit primer (2n). Berikutnya,spermatosit primer membelah menjadi spermatosit sekunder secara meiosis (Meiosis I). Jumlah spermatosit sekunder ada dua, sama besar dan bersifat haploid (n). Melalui fase meiosis II, spermatosit sekunder membelah diri menjadi  empat spermatid yang sama bentuk dan ukurannya. Selanjutnya, spermatid berkembang menjadi sperma matang yang bersifat haploid (n). Setelah matang, sperma menuju saluran reproduksi yakni epididimis. Semua proses ini terjadi selama kurang lebih 17 hari. Sementara, energi yang digunakan untuk melakukan proses spermatogenesis berasal dari sel-sel sertoli.

Sperma yang sudah matang memiliki bagian-bagian seperti kepala, leher, bagian tengah, dan ekor. Bagian kepala sperma terlindungi suatu badan yang disebutakrosom. Bagian ini berinti haploid. Selain itu, badan ini juga mengandung  enzim hialurodinase dan proteinase. Enzim ini berfungsi saat proses penembusan lapisan sel telur. Pada bagian tengahnya terdapat mitokondria kecil yang berfungsi menyediakan energi untuk menggerakkan ekor sperma. Untuk lebih jelasnya silahkan diperhatikan gambar sperma berikut ini.



Organ Organ Reproduksi Wanita



Organ reproduksi wanita berfungsi menghasilkan sel kelamin betina, yaitu sel telur (ovum). Organ reproduksi wanita dibagi menjadi organ reproduksi luar dan organ  reproduksi dalam.

Untuk pemanasan seperti biasa akan di paparkan gambar organ reproduksi pada wanita terlebih dahulu.

Gambar Tampak Samping

Gambar tampak Depan
Klik gambar untuk memperbesar
1.    Organ Reproduksi Dalam
Organ reproduksi dalam merupakan organ reproduksi yang ada di dalam tubuh. Adapun organ reproduksi dalam terdiri atas ovarium, saluran telur (oviduct), uterus dan vagina.

a.   Ovarium (Indung Telur)
Ovarium atau indung telur merupakan organ reproduksi dalam wanita yang berbentuk seperti telur dan berjumlah sepasang. Letaknya, ada satu di rongga perut kiri dan satu lagi di rongga perut kanan. Masing-masing ovarium terlindungi oleh kapsul keras dan terdapat folikel-folikel.

Setiap folikel mengandung satu sel telur. Fungsi folikel yakni memberikan makanan dan melindungi sel telur yang sedang berkembang hingga matang. Setelah sel telur matang, folikel akan mengeluarkannya dari ovarium. Proses pengeluaran sel telur dari ovarium ini dinamakan ovulasi.

Pada saat folikel telur tumbuh, ovarium menghasilkan hormon estrogen, dan setelah ovulasi menghasilkan hormon progesteron.

b.   Saluran Telur (Oviduct/ Tuba Fallopii)
Saluran tuba fallopii atau oviduk berjumlah sepasang, di kanan dan di kiri. Saluran ini merupakan jalur jalan telur yang menghubungkan ovarium dengan rahim. Bagian pangkalnya berbentuk corong disebut tuba infundibulum. Tuba infundibulum ini dilengkapi dengan jumbai-jumbai yang dinamakan  fimbriae.Fimbriae berfungsi menangkap sel telur yang telah masak dan lepas dari ovarium. Tuba fallopii berfungsi untuk menggerakkan ovum ke arah rahim dengan gerak peristaltik dan dengan bantuan silia yang ada di dinding oviduct.

c.    Uterus (Rahim)
Rahim manusia memiliki satu ruangan dan berbentuk buah pir, pada bagian bawahnya mengecil dan disebut leher rahim atau serviks, bagian ujung yang besar disebut badan rahim atau corpus uteri. Uterus mempunyai beberapalapisan penyusun, yakni lapisan  terluar (perimetrium), lapisan tengah yang berotot (miometrium),  dan selaput rahim/lapisan terdalam (endometrium). Lapisan endometrium mengandung banyak pembuluh darah dan lendir. Saat terjadi ovulasi, lapisan endometrium mengalami penebalan. Namun, apabila sel telur tidak dibuahi oleh sel sperma (tidak terjadi fertilisasi), lapisan endometrium segera mengalami peluruhan. Proses peluruhan lapisan ini diikuti pendarahan dan kita biasa menyebutnya dengan  siklus menstruasi. Pembahasan siklus menstruasi akan kita bahas berikutnya. Apabila sel telur dibuahi (terjadi fertilisasi), akan menempel pada dinding endometrium dan berkembang menjadi janin dan seterusnya.

d.   Vagina (Lina Peranakan)
Vagina adalah sebuah tabung berlapiskan otot yang membujur ke arah belakang dan atas. Vagina merupakan saluran dengan dinding tipis, tempat masuknya sperma dan keluarnya bayi ketika dilahirkan. Proses masuknya sel sperma didahului dengan masuknya penis pada lubang vagina. Proses ini dinamakan dengan coitus atau senggama. Selain itu, juga terdapat lendir yang dihasilkan oleh dinding vagina dan suatu kelenjar, yaitu kelenjar  bartholini. Vagina memiliki beberapa aksesoris yang terdiri atas klitoris, bagian kulit penutup vagina, serta selaput dara (hymen).

2.    Organ Reproduksi Luar
Organ reproduksi luar wanita adalah vulva. Vulva merupakan bagian paling luar organ kelamin wanita yang bentuknya berupa celah. Vulva terdiri dari labia mayora, labia minora dan klitoris.

Pada bagian atas dan terluar vulva terdapat bagian yang tersusun atas jaringan lemak. Bagian ini dinamakan mons pubis. Saat masa pubertas, bagian ini Banyak ditumbuhi oleh rambut.

Labia mayora,  merupakan lipatan kulit yang berfungsi melindungi vagina (dapat disamakan dengan skrotum pada pria). Labia minora, merupakan lipatan kulit di antara labia mayora. Klitoris, adalah organ erektil yang dapat disamakan dengan penis pada pria. Banyak terkandung pembuluh darah dan ujung-ujung saraf perasa. Di bawah klitoris terdapat orificium erethrae, yakni muara saluran kencing. Kemudian, di bawah  klitoris terdapat bagian yang mengelilingi tepi ujung vagina. Bagian yang dimaksud yakni selaput dara atau himenHimen  berselaput mukosa dan mengandung banyak pembuluh darah.

Proses Pembentukan Ovum (Oogenesis)



Oogenesis terjadi di dalam ovarium. Ovarium mengandung banyak sel induk telur (oogonium)yang bersifat diploid (2n). Oogonium tersebut akan membelah secara mitosis menjadi oosit primerOosit primer akan membelah secara meiosis menjadi satu oosit sekunder  dan satu  badan polar primer. Kemudian, oosit sekunder membelah secara meiosis menjadi satu  ootid  dan satu  badan polar sekunderOotid akan mengalami pematangan menjadi sel telur (ovum), sedangkan badan polar sekunder akan luruh (degenerasi). Sel telur yang telah matang akan dilepaskan oleh ovarium. Pelepasan sel telur oleh ovarium disebut ovulasi. Untuk lebih jelasnya silahkan lihat gambar dibawah ini. 

Klik gambar untuk memperbesar


Di dalam ovarium terdapat banyak folikel yang merupakan pelindung dan pemberi nutrisi bagi sel telur yang sedang dibentuk. Pada proses ovulasi, folikel akan mengeluarkan sel telur. Folikel yang telah mengeluarkan sel telurnya disebut  corpus luteumCorpus luteum menyekresikan hormon estrogen dan progesteron.

Siklus Menstruasi



Setiap bulan, seorang wanita normal yang sudah memasuki masa akil balig atau dewasa akan mengalami menstruasi. Pelajar wanita SMA kelas XI seperti Anda sebagian besar umumnya sudah mengalami peristiwa ini, sehingga Anda dapat menceritakan dan menjelaskan menstruasi sesuai pengalaman Anda.

Menstruasi adalah peristiwa luruhnya sel telur yang tidak dibuahi yang sudah menjadi mati bersama-sama dengan selaput lender dinding rahim yang merupakan lapisan yang kaya pembuluh darah. Menstruasi terjadi jika sel telur (ovum) yang sudah matang tidak dibuahi. Siklus ini berlangsung kira-kira 28 hari pada setiap bulan. Kemungkinan antara satu wanita dengan wanita yang lain mempunyai lama siklus yang berbeda.

Dalam Materi Biologi SMA, siklus menstruasi terdiri dari empat fase, yaitu fase menstruasi, fase praovulasi, fase ovulasi, dan fase pascaovulasi. Sebelum membahas labih lanjut silahkan lihat gambar terlebih dahulu. 
Klik gambar untuk memperbesar

1.    Fase Menstruasi
Pada fase menstruasi, hormon yang berperan ialah hormon estrogen dan progesteron. Sekitar lima hari pertama menstruasi, kedua hormon tersebut mengalami reduksi. Akibatnya, sel telur yang berada dalam lapisan endometrium pada uterus dilepas bersamaan dengan robeknya endometrium melalui pendarahan. Hasilnya, dinding uterus berubah menjadi sangat tipis.

2.    Fase Praovulasi
Mulai hari kelima sampai ke empat belas, fase praovulasi dimulai. Pada fase ini, hormon yang berperan yakni hormon FSH dan hormon LH. Kedua hormon tersebut menstimulasi sel-sel folikel untuk menghasilkan hormon estrogen dan progesteron. Adanya rangsangan hormon estrogen dan progesteron membuat lapisan endometrium yang luruh terbentuk kembali.

3.    Fase Ovulasi
Fase ovulasi terjadi sekitar hari keempat belas dari total keseluruhan waktu siklusmenstruasi terjadi (kurang lebih 28 hari). Pada fase ini, sekresi hormon estrogen sangat banyak. Oleh karenanya, sekresi hormon FSH mulai menurun dan digantikan dengan sekresi hormon LH. Adanya stimulasi hormon LH pada folikel menjadikan folikel semakin matang. Pematangan folikel menyebabkan sel telur keluar dari folikel.

4.    Fase Pascaovulasi
Pada fase ini, folikel yang pecah berubah menjadi badan padat berwarna kuning yang disebut korpus luteum. Korpus luteum menghasilkan hormon progesteron. Bersama hormon estrogen, hormon progesteron ini berperan dalam memelihara pertumbuhan endometrium sehingga siap untuk penanaman embrio.

Namun demikian, apabila sel telur pada uterus tidak dibuahi, korpus luteum mengalami degenerasi menjadi korpus albikan. Akibatnya, sekresi hormon estrogen dan progesteron semakin menurun dan sebaliknya sekresi hormon FSH dan LH naik kembali. Karena darah tidak mengandung hormon estrogen dan hormon progesteron,  endometrium tidak bisa bertahan dan luruh bersama darah. Ini menunjukkan fase pascaovulasi berganti menjadi fase menstruasi.

Pembuahan (Fertilisasi)



Fertilisasi adalah proses peleburan inti antara sel telur dengan spermatozoa. Ketika sel telur dilepaskan dari folikel di dalam ovarium, maka sel telur akan  menuju ke tuba fallopi (saluran oviduk). Apabila pada keadaan tersebut terjadi hubungan seksual, maka spermatozoa akan dapat membuahi ovum dalam saluran tuba fallopi tersebut.

Sebelum terjadi fertilisasi, pada permulaannya terlebih dahulu terjadi proses yang dinamakan kopulasi atau persetubuhan. Adanya kopulasi menjadikan sperma yang bercampur dengan air mani (semen) masuk ke dalam saluran reproduksi wanita (vagina). Kemudian secara alami sperma akan bergerak menuju ke ovum (sel telur) karena Ovummengeluarkan sinyal kimia khusus untuk memanggil si sperma tersebut. Perjalanan sperma ke sel telur tidaklah mudah, banyak sperma yang mati dalam perjalanan. Hal tersebut dikarenakan kandungan asam dalam rahim yang tinggi. Untuk mengatasi hal tersebut maka jumlah sperma yang dikeluarkan haruslah banyak sehingga akan membantu menetralisir kandungan asam tersebut.

Dari sekian juta sperma yang masuk, hanya ada satu satu yang berhasil membuahi ovum. Untuk membuahi sel telur tesebut, sperma mengeluarkan enzim hialuronidase dan enzim  proteinase. Oleh kedua enzim tersebut, sel telur dapat ditembus oleh sperma. Proses penembusan sel telur  memerlukan waktu tertentu. Sebabnya, sel sperma harus menembus tiga lapisan sel telur yang berturut-turut adalah  korona radiata, zona pelusida, dan membran plasma.

Pembuahan sperma  pada sel telur akan menghasilkan sebuah zigot yang bersifat diploid (2n = 23 pasang kromosom). Selanjutnya, zigot akan bergerak menuju uterus melalui oviduk (tuba fallopi).  Pada saat bergerak ke arah rahim, zigot berkembang menjadimorula dalam waktu empat hari. Kemudian melakukan pembelahan lagi dan berkembang menjadi  blastula. Perkembangan selanjutnya, sel-sel bagian dalam blastula akan berkembang menjadi bakal janin. Kurang lebih lima hari setelah fertilisasi, bakal janin menempel pada endometrium dan prosesnya dinamakan implantasi. Implantasi ini dapat menyebabkan kehamilan. Bisa dilihat gambar berikut ini.


Gestasi (Kehamilan) dan Persalinan



Gestasi (Kehamilan)
Kehamilan adalah proses berkembangnya embrio di dalam uterus setelah terjadinya fertilisasi (pembuahan). Setelah pembuahan, sel akan berkembang/ membelah dari 2,4,8 dan seterusnya hingga menjadi morula. Morula berkembang menjadi blastula. Blastula ini kemudian akan menempel pada dinding endometrium yang biasa disebut dengan istilah implantasi. Setelah implantasi inilah masuk dalam proses kehamilan. Pada saat terjadi implantasi, embrio akan merangsang kelenjar-kelenjar dalam dinding uterus untuk memproduksi hormon HCG (Human Chorionic Gonadotropin). Hormon ini berfungsi merangsang corpus luteum untuk menghasilkan hormon estrogen dan progesteron. Kedua hormon tersebut akan menyebabkan dinding uterus tetap tebal yang berguna sebagai implantasi dan memelihara janin. Pada awal kehamilan, kadar HCG dari dalam darah ibu sangat tinggi sehingga sebagian di antaranya diekskresikan bersama urine. Adanya HCG di dalam urine dapat dipakai sebagai indikator dalam uji kehamilan. 

Adanya hormon estrogen menghambat kelenjar hipofisis mengeluarkan FSH dan LH, sehingga ovarium tidak memproduksi sel telur lagi. Itu sebabnya kenapa orang yang sedang hamil tidak mengalami menstruasiProgesteron dan estrogen juga mendorong tumbuh dan berkembangnya kelenjar susu untuk menghasilkan ASI. Progesteron juga mencegah uterus untuk berkontraksi selama kehamilan sebelum mencapai waktu kelahiran.

Proses kehamilan pada manusia berlangsung kurang lebih 38 minggu terhitung sejak saat terjadi fertilisasi. Secara umum proses kehamilan dibagi menjadi 3 trimester yaitu trimester pertama, trimester kedua dan trimester ketiga.

Pada trimester pertama, blastula akan berkembang menjadi 3 lapisan, yaitu lapisan endoderm (lapisan dalam), lapisan mesoderm (lapisan tengah) dan lapisan ektoderm (lapisan luar). Proses terbentuknya ketiga lapisan ini dinamakan Gastrulasi.  Setelah gastrulasi dilanjutkan dengan proses organogenesis (pembentukan organ-organ tubuh). Pembentukan organ tersebut berasal dari ketiga lapisan yang dihasilkan pada saat prosesgastrulasiLapisan endoderm akan membentuk organ-organ pernapasan dan pencernaan. Lapisan mesoderm akan membentuk tulang, otot, jantung, pembuluh darah, ginjal, limfa, dan organ reproduksi. Lapisan Ektoderm akan membentuk sisem saraf, kulit, mata, hidung danlapisan epidermis. Blastula yang telah mengalami organogenesis ini yang dikenal dengan sebutan embrio (Janin).

Untuk mempertahankan embrio maka terbentuk yang namanya membrane ektraembrionik. Membran ekstraembrionik berfungsi sebagai  pelindung embrio dari berbagai tekanan yang  berasal dari luar. Selain itu, membran ini juga  berfungsi  memberi makanan bagi embrio. Membran ekstraembrionik terdiri dari kantung  kuning telur, amnion, korion, dan alantois. Simak gambar berikut ini.


1.    Kantung kuning telur (Sakus vitelinus)
Terletak di antara amnion dan plasenta, merupakan tempat pemunculan sel-sel darah dan pembuluh-pembuluh darah yang pertama. Oleh karena itu, pada tahapan selanjutnya kantung ini berhubungan dengan tali pusar.
2.    Amnion
Amnion merupakan selaput yang menghasilkan getah berupa air ketuban yang berguna untuk menjaga embrio tetap basah dan tahan goncangan. Selain itu, amnion juga berperan dalam proses pengaturan suhu tubuh embrio.
3.    Korion
Korion memiliki bagian yang berbentuk jonjot–jonjot atau  vili korion. Fungsi vili korion adalah sebagai tempat masuk dan keluarnya makanan dan oksigen dari ibu ke embrio. Korion adalah cikal bakal  plasenta. Plasenta berfungsi sebagai pemberi nutrisi makanan bersama darah bagi perkembangan dan pertumbuhan embrio.
4.    Alantois
Alantois merupakan membran yang membentuk tali pusar atau ari-ari. Adanya tali pusar menjadikan plasenta pada lapisan endometrium terhubung dengan embrio. Bagi embrio, alantois dapat menyalurkan berbagai nutrisi dan oksigen dari ibu lewat pembuluh darah. Sebaliknya, alantois juga berguna sebagai saluran pengeluaran sisa metabolisme embrio.

Pada trimester kedua, embrio tumbuh secara cepat dan aktif mencapai ukuran sekitar 30 cm. Embrio atau janin akan aktif bergerak pada trimester kedua ini. Pada periode ini, hormon HCG akan stabil dan plasenta akan menyekresikan sendiri progesteron untuk menjaga kehamilan.

Pada trimester ketiga, janin akan tumbuh mencapai berat sekitar 3–3,5 kg dan panjang sekitar 50 cm. Pada periode ini, perut ibu akan kelihatan sangat membesar.


Persalinan
Setelah embrio tumbuh dan berkembang menjadi bayi yang sempurna, proses dilanjutkan dengan persalinan. Persalinan atau kelahiran terjadi akibat serangkaian kontraksi uterus yang kuat dan berirama. Prosesnya terjadi dalam tiga tahap.

Tahap pertama, dimulai dengan pembukaan dan pemipihan serviks (leher rahim), kemudian dilanjutkan dengan dilatasi sempurna.

Tahap kedua, yakni ekspulsi atau pengeluaran bayi. Adanya kontraksi yang kuat dan terus-menerus mengakibatkan bayi mulai turun dari uterus menuju vagina.

Tahap ketiga adalah keluarnya bayi yang berplasenta. Plasenta bayi ini akan dipotong dan dijepit sehingga menjadi pusar.

Ada beberapa hormon yang berperan pada proses kelahiran bayi. Hormon tersebut meliputihormon relaksin, estrogen, prostaglandin, dan oksitosin.  Hormon relaksindiproduksi oleh korpus luteum dan plasenta. Fungsi hormon ini adalah melunakkan serviks dan melonggarkan tulang panggul saat terjadi kelahiran.  Hormon estrogen dihasilkan oleh plasenta dengan fungsi menurunkan jumlah hormon progesteron sehingga kontraksi dinding rahim bisa berlangsung. Hormon prostaglandin dihasilkan oleh membran ekstraembrionik dengan fungsi meningkatkan kontraksi dinding rahim. Sedangkan hormon oksitosin dihasilkan oleh kelenjar hipofisis ibu dan janin. Fungsinya juga meningkatkan kontraksi dinding rahim.

Pada satu hari sampai 3 hari pasca lahir, hormon progesteron menghilang, karena plasenta sudah tidak ada. Hal ini merangsang produksi hormon prolaktin dari hipofise bagian depan. Prolaktin merangsang kelenjar susu untuk memproduksi ASI.

ASI (Air Susu Ibu)

Semenjak bayi dilahirkan, ia tidak lagi diberi nutrisi melalui plasenta. Namun, sang ibu masih dapat memberi makan bayi dengan memproduksi dan menyekresikan susu dari payudaranya. Di dalam payudara, terkandung kelenjar mamae. Kelenjar mamae (kelenjar susu) berada di lapisan kulit dan menyekresikan campuran lemak, protein, dan karbohidrat yang dikenal dengan air susu. 

Air susu ibu (ASI) mempunyai peranan yang penting bagi seorang bayi, yaitu untuk menjaga kesehatan dan mempertahankan kelangsungan hidup bayi. ASI mengandung zat gizi yang diperlukan untuk pertumbuhan dan sangat sesuai dengan  pencernaan bayi. Keutamaan ASI lainnya adalah bebas bakteri dan dapat memberikan kekebalan pasif pada bayi, serta dapat mengurangi resiko bayi terkena
infeksi.

ASI yang kaya dengan nutrisi dan antibiotik ini disebut ASI eksklusif. ASI eksklusifdiperkirakan berlangsung sampai enam bulan. Itu sebabnya para dokter sangat menganjurkan para ibu untuk memberikan ASI ekslusif minimal 6 bulan dan maksimal 2 tahun.

Berikut tabel kandungan nutrien dalam ASI.
Klik gambar untuk melihat tabel secara penuh

ASI memiliki glukosa, albumin dan kandungan air lebih tinggi dibandingkan air susu yang lain. Glukosa sangat diperlukan bayi untuk tumbuh dan menghasilkan energi. Albumin adalah protein untuk mencerdaskan bayi dan sangat baik untuk pertumbuhannya. ASImemiliki beberapa kelebihan, antara lain:

1)   Saat baru belajar menyusui, hisapan bayi merangsang keluarnya air susu. Sehingga, bayi tidak mengalami kesulitan menyusui.
2)   ASI steril sehingga mudah dicerna oleh bayi dan mengandung antibodi.
3)   Memberi ASI memerlukan kalori sehingga mempercepat pengurangan bobot badan ibu setelah melahirkan.
4)   Menambah ikatan emosi antara ibu dan anak.
5)   Sebagai salah satu pencegah kehamilan, bila ibu member ASI eksklusif (tanpa makanan tambahan apapun).
6)   Untuk menghemat pengeluaran.

Alat Kontrasepsi



Kontrasepsi adalah suatu cara yang bertujuan mencegah terjadinya pembuahan (fertilisasi) dan kehamilan. Kontrasepsi ini dimanfaatkan pemerintah Indonesia untuk mengatasi masalah penduduk yang padat dengan program KB (Keluarga Berencana).

Pada dasarnya kontrasepsi dibedakan menjadi 2 metode, yaitu metode permanen dan non permanen.

1.    Metode kontrsepsi permanen
Sesuai dengan namanya, metode ini merupakan metode yang bersifat permanen (Tetap). Metode kontrasepsi permanen pada pria dilakukan dengan vasektomi. Vasektomi dilakukan dengan cara pemotongan vas deferens yang kemudian tiap-tiap ujung potongan diikat. Sedangkan pada wanita dilakukan tubektomi. Tubektomi dilakukan dengan cara pemotongan oviduk yang kemudian tiap-tiap ujung potongan diikat.

2.    Metode kontrasepsi non permanen
Metode kontrasepsi non permanen merupakan suatu metode kontrasepsi yang tidak menutup kemungkinan untuk dapat hamil kembali. Metode ini bisa dilakukan dengan dua cara yaitu tanpa alat dan dengan alat.

Kontrasepsi dengan tidak menggunakan alat/ obat dilakukan dengan cara tidak melakukan koitus pada masa subur wanita (hari 12 - 16 siklus haid). Cara ini dikenal dengan nama sistem kalender atau  abstinensi.

Sedangkan untuk kontrasepsi yang menggunakan alat/ obat dilakukan dengan menggunakan pil, susuk, kondom, suntikan, diafragma, tablet busa, dan AKDR/IUD (Alat Kontrasepsi Dalam Rahim/Intra Urine/Device).

Untuk lebih jelasnya silahkan perhatikan Tabel dan Gambat dibawah ini.   

Klik Tabel untuk memperbesar




Gangguan/ Kelainan/ Penyakit Pada Sistem Reproduksi



Pada sistem reproduksi dapat mengalami gangguan/ kelainan/ penyakit. Gangguan/ kelainan/ penyakit tersebut bisa terjadi akibat beberapa faktor tertentu. Faktor tersebut bisa jadi akibat tumor, infeksi virus/ bakteri atau akibat disfungsi organ itu sendiri. Berikut adalah beberapa contoh Gangguan/ Kelainan/ Penyakit pada sistem reproduksi.

1.    Condiloma Accuminata
Merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus Human papilloma. Penyakit ini ditandai dengan timbulnya kutil yang dapat membesar dan akhirnya dapat menimbulkan kanker mulut rahim.

2.    Endometriosis
Merupakan gangguan akibat adanya jaringan endometrium dari luar rahim (uterus) yaitu dapat tumbuh di sekitar  ovarium, oviduk, servik dsb. Gejalanya penyakit ini berupa rasa nyeri perut, pinggang terasa sakit, dan nyeri pada saat menstruasi. Rasa nyeri ini disebabkan oleh pengelupasan jaringan endometriosis.

3.    Epididimitis
Merupakan infeksi yang sering terjadi pada saluran reproduksi pria. Penyebabnya adalah E. coli dan Chlamydia.

4.    Gonorhoe (Kencing Nanah)
Merupakan penyakit kelamin yang disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae. Penyakit kelamin ini bisa menular melalui seks bebas. Gejalanya adalah keluar cairan berwarna putih, rasa nyeri pada saat buang air kecil, pada pria mulut uretra bengkak dan agak merah.

5.    Hamil Anggur (Mola Hidalidosa)
Merupakan suatu kehamilan yang tidak berisi janin, tetapi berisi gelembung-gelembung mola dan bekuan darah. Hamil anggur dapat menyebabkan kesakitan atau kematian karena pendarahan, tembusnya dinding rahim oleh proses mola dan infeksi.

6.    Herpes Genitalis
Merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus herpes simpleks. Gejala yang timbul adalah bintil-bintil berkelompok pada kemaluan, hilang dan timbul, akhirnya menetap seumur hidup.

7.    Hipogonadisme
Merupakan penurunan fungsi testis yang disebabkan oleh gangguan interaksi  hormon, seperti hormon androgen dan  estrogen. Gangguan ini menyebabkan  infertilitas,  impotensi, dan tidak adanya tanda-tanda kepriaan. Penanganannya dapat dilakukan dengan terapi hormon.

8.    HIV (AIDS)
Merupakan penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh sehingga dalam waktu yang lama, penderita tidak memiliki sistem kekebalan tubuh. Akibatnya, penderita dapat terbunuh oleh infeksi penyakit ringan, seperti flu atau tifus.

9.    Impotensi
Merupakan ketidakmampuan penis untuk ereksi atau mempertahankan ereksi. Gangguan ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti gangguan produksi hormon testosteron, penyakit diabetes mellitus, kecanduan alkohol, dan gangguan sistem saraf.

10. Infertilitas (Mandul)
Infertilitas atau ketidaksuburan dapat terjadi pada pria atau wanita. Pada pria infertilitas terjadi karena adanya penyakit, seperti impotensi, ejakulasi dini, adanya sumbatan pada saluran sperma, adanya kelainan gerak sperma dan kerusakan testis. Sedangkan, pada wanita disebabkan oleh kelainan lendir leher rahim, adanya tumor, adanya sumbatan pada saluran telur, menstruasi tidak teratur dan karena obesitas.

11. Kanker Ovarium
Merupakan kanker yang menyerang indung telur kiri atau kanan, atau kedua-duanya. Kanker indung telur biasanya menyerang perempuan yang sudah menopause (berumur 50 tahun ke atas).

12. Kanker Payudara
Merupakan kanker yang menyerang payudara. Seorang wanita yang tidak pernah menyusui besar kemungkinan dapat menderita penyakit ini.

13. Kanker Prostat
Merupakan kanker yang menyerang kelenjar prostat pada pria. Kanker ini menyebabkan sel-sel dalam kelenjar prostat tumbuh abnormal dan tidak terkendali. Kanker prostat biasanya menyerang pria usia 60 tahun ke atas.

14. Kanker Rahim
Merupakan kanker yang menyerang daerah rahim (uterus). Gangguan ini ditandai dengan perdarahan pada vagiana secara tidak normal.

15. Kanker Servik (Leher Rahim)
Merupakan kanker pada bagian serviks wanita, banyak menyerang wanita di atas umur 40 tahun. Kanker serviks disebabkan oleh infeksi virus herpes dan human papilloma virus.

16. Kriptorkidisme
Merupakan kegagalan dari satu atau kedua testis untuk turun dari rongga abdomen ke dalam scrotum pada waktu bayi. Penangannya dapat dilakukan dengan pemberian  hormon human chorionic gonadotropin untuk merangsang testoteron.

17. Orkitis
Merupakan peradangan pada testis yang disebabkan oleh  virus parotitis. Jika terjadi pada pria dewasa dapat menyebabkan  infertilitas.

18. Penyempitan Saluran Telur/ Oviduck
Kelainan ini merupakan faktor bawaan, tetapi adapula yang disebabkan karena infeksi kuman tertentu. Saluran oviduk yang sempit akan membuat sperma sulit untuk menjangkau bagian dalam saluran tersebut, sehingga menyebabkan pembuahan sulit terjadi.

19. Prostatitis
merupakan peradangan pada kelenjar prostat. Peradangan kelenjar prostat ini dapat diikuti oleh peradangan uretra. Penderita prostatitis memiliki gejala-gejala seperti sakit saat buang air kecil.

20. Sifilis (Raja Singa)
Merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum. Penyakit ini menular melalui hubungan seksual. Gejala yang timbul adalah luka pada kemaluan, bintik atau bercak merah di tubuh, kelainan saraf, jantung, pembuluh saraf, dan kulit.

Teknologi Reproduksi Manusia



Teknologi reproduksi yang dikembangkan manusia memiliki maksud dan tujuan tertentu.Tujuan teknologi reproduksi umumnya untuk memberikan solusi terhadap masalah reproduksi. Untuk lebih jelasnya mari kita simak penjelasan di bawah ini.

1.    Aminiosentesis
Amniosentesis merupakan teknik pengambilan cairan amnion untuk dianalisis secara genetik. Pengambilan cairan ini dimaksudkan agar penyakit genetik dan penyakit bawaan yang lahir saat fetus (Janin) dalam uterus dapat terdeteksi. Sama seperti teknik ini adalah pengambilan sampel vilus korion (chorionic villus sampling).

2.    Fertilisasi in Vitro (Bayi Tabung)
Teknik ini digunakan untuk membantu pasangan tanpa anak yang menginginkan keturunan. Prinsip dari bayi tabung ini adalah pembuahan sel telur ibu oleh sel sperma ayah dilakukan secara buatan di dalam sebuah tabung. Setelah terjadi fertilisasi, zigot akan dikembalikan ke rahim ibu.

Bayi yang kali pertama dicatat lahir melalui proses ini adalah seorang bayi dari Inggris bernama Louise Brown yang lahir pada tahun 1978. Proses tersebut menjadi tonggak sejarah fertilisasi in vitro yang menolong jutaan pasangan di dunia untuk memeroleh anak.

3.    Kloning
Kloning merupakan salah satu cara reproduksi buatan yang memanfaatkan teknologi manipulasi sel telur. Jika umumnya sel telur dibuahi oleh inti sel sperma, pada proses kloning ini inti sel telur yang haploid dipindahkan dengan teknik khusus. Setelah itu, posisinya digantikan oleh inti sel dari bagian tubuh lainnya, seperti kulit atau otot yang diploid. Pada domba Dolly, inti sel donor yang digunakan adalah inti sel kelenjar susu domba.

Kasus kloning masih menjadi polemik berkepanjangan karena teknologi tersebut sangat mungkin dilakukan pada manusia. Jika terjadi pada manusia, dikhawatirkan akan terjadi penyimpangan terhadap tujuan utama dari kloning. Misalnya, dengan melahirkan manusia yang digunakan untuk alat kejahatan. Percobaan kloning pada manusia masih merupakan pelanggaran terhadap undang-undang yang berlaku di seluruh dunia.

4.    Pencitraan Ultrasoud
Pencitraan ultrasound atau pindai bunyi ultra merupakan salah satu teknologi yang digunakan untuk menampilkan keadaan kesehatan bayi dalam rahim ibu. Selain itu, adanya alat ini menjadikan dokter mampu mengetahui jenis kelamin bayi.

Penyakit Menular Seksual (PMS)



Penyakit Menular Seksual (PMS) merupakan suatu infeksi atau penyakit yang kebanyakan ditularkan melalui hubungan seksual (oral, anal, atau lewat vagina). PMSjuga diartikan sebagai penyakit kelamin atau infeksi yang ditularkan melalui hubungan seksual. Harus diperhatikan bahwa PMS menyerang sekitar alat kelamin tetapi gejalanya dapat muncul dan menyerang mata, mulut, saluran pencernaan, hati, otak, dan organ tubuh lainnya.

Kebanyakan PMS membahayakan organ-organ reproduksi. Pada wanita, PMSmenghancurkan dinding vagina atau leher rahim, biasanya tanpa tanda-tanda infeksi. Pada pria, yang terinfeksi lebih dulu adalah saluran air kencing. Jika PMS tidak diobati dapat menyebabkan keluarnya cairan yang tidak normal dari penis dan berakibat sakit pada waktu buang air kecil.

Jika tidak segera diobati, PMS dapat berpengaruh terhadap fungsi organ-organ reproduksi dalam, bahkan menyebabkan kemandulan pada pria maupun wanita. Berikut akan diuraikan beberapa PMS yang dapat menyerang sistem reproduksi pada manusia.

1.    Gonorhoe (Kencing Nanah)
Penyakit gonorhoe merupakan penyakit yang ditandai dengan kencing bernanah. Penyakit ini terjadi karena infeksi bakteri Neisseria gonnorhoea pada saluran kencing. Gonore dapat menyerang pria maupun wanita dan dapat ditularkan dari ibu pada bayinya.

2.    Sifilis (Raja Singa)
Penyakit sifilis merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Treponema pallidium pada saluran kelamin. Sifilis dapat menyerang pria maupun wanita. Penyakit ini dapat menular melalui hubungan seksual dan transfusi darah dengan penderita.

3.    AIDS (Acquired Immune Deficience Syndrome)
AIDS merupakan penyakit yang terjadi karena menurunnya kekebalan tubuh. AIDS disebabkan oleh infeksi virus HIV (Human Immunodeficiency Virus). Virus ini menyerang sel darah putih yang mengakibatkan kekebalan tubuh menurun. Keberadaan HIV di dalam darah perlu waktu yang lama untuk dapat diketahui. Sebab, keberadaan HIV ini tidak memperlihatkan gejala penyakit tertentu.

Sampai saat ini HIV/AIDS tidak dapat disembuhkan dan merusak sistem kekebalan tubuh manusia yang memiliki peranan paling penting dalam melawan penyakit. Banyak orang meninggal karena AIDS disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh mereka tidak dapat melawan infeksi. Penularan penyakit AIDS ini dapat terjadi melalui hubungan seksual dengan penderita, pemakaian jarum suntik bekas penderita, dan transfusi darah yang tercemar HIV. Ibu hamil yang mengidap HIV dapat pula menularkan kepada bayinya.

Thanks to : http://biologi-sma-rahul.blogspot.com/2012/04/sistem-reproduksi-pada-manusia.html


0 comments:

Post a Comment